Mengubah Desain Jadi Cuan Lewat Peluang Bisnis Digital Printing!
Kami memilih bisnis ini karena kebutuhan cetak sangat tinggi. Bisnis ini banyak dicari orang. Sedikit orang yang membuka usaha bikin banner. Sedikit juga yang membuka jasa bikin brosur. Kami memilih fokus di situ. Puji Tuhan, usaha kami bisa berjalan lancar sampai hari ini.
Fokus kami saat ini masih ke banner dan cetak stiker. Kami juga melayani cetak kartu undangan pernikahan. Permintaan paling banyak adalah cetak banner. Omzet terbesar datang dari cetak banner ini.
Pesanan undangan cenderung musiman, Mas. Kalau musim kawin tiba, kami pasti kewalahan. Tapi jika tidak ada musim kawin, ya biasa saja. Namun, cetak banner ada setiap hari.
Trik Jitu Mengunci Pelanggan dengan Harga Spesial!
Dulu, awal kami buka, harganya Rp14.000 per meter. Kemudian, harga bahan dan tinta naik. Kami harus mengikuti kenaikan harga tersebut. Sampai hari ini harganya di angka Rp20.000 per meter.
Kami juga sering memberi harga spesial jika pesanan banyak. Ini berlaku untuk semua pelanggan. Kami tidak harus menjadikan mereka agen. Permintaan banyak sering datang dari pemerintahan. Misalnya dari kepolisian atau TNI. Mereka jarang sekali menawar. Sekali pesan, anak buahnya membawa orderan banyak. Kami pasti memberikan harga khusus.
Proses Pengerjaan Yang Lebih Efektif.
Waktu pengerjaan cetak tergantung ukuran. Kami punya janji cetak bisa ditunggu. Itu tergantung ukuran juga. Misalnya banner satu meter, bisa langsung cetak. Kalau ukurannya kecil, kami harus tunggu ada pesanan lain. Nanti kami cetak pesanan kecil itu bareng-bareng. Paling lama pengerjaan hanya satu hari. Jika orderan masuk siang, sore sudah selesai.
Inilah Cara Mengubah Permintaan Cetak Banner Jadi Mesin Uang Harian.
Bisnis ini dipilih karena kebutuhan cetak sangat tinggi. Jasa cetak banyak dicari orang. Sedikit pengusaha yang buka jasa bikin banner. Sedikit juga yang membuka jasa bikin brosur. Fokus usaha ada di kebutuhan pasar ini. Puji Tuhan, usaha bisa berjalan lancar sampai hari ini.
Fokus utama masih ke banner dan cetak stiker. Jasa cetak kartu undangan juga dilayani. Permintaan paling banyak adalah cetak banner. Omzet terbesar berasal dari banner. Pesanan undangan cenderung musiman. Saat musim kawin, pesanan pasti membludak. Di hari biasa, cetak banner ada setiap hari.
Pendapatan harian bisa mencapai tiga sampai empat juta rupiah. Itu memang target pendapatan harian. Pendapatan terbanyak didapat dari banner. Permintaan banner banyak datang dari perusahaan. Pemasaran tidak hanya mengandalkan media sosial.
Iklan banner dipasang di lokasi strategis. Perusahaan atau klien lain menghubungi nomor admin. Kemudian mereka datang untuk cetak. Cara ini sangat membantu penjualan. Saat ini, promosi mulai merambah media sosial. Rencana ke depan akan masuk platform perdagangan online.
Omzet Jalan Terus! Kunci Sukses Bisnis Percetakan Ada di Desain, Bukan Alat.
Awalnya, layanan hanya pengetikan dan cetak foto. Cuma butuh komputer dan printer biasa. Kalau mau cetak produk lain, mesin pendukung harus ada. Namun, buka usaha ini tidak harus punya mesin sendiri. Yang penting bisa desain grafis.
Setelah survei di beberapa wilayah, ditemukan fakta unik. Kebanyakan percetakan tidak menerima jasa desain. Mereka terima desain yang sudah matang, tinggal cetak. Orang mau bikin banner, disuruh nunggu tiga hari. Itu terlalu lama bagi klien. Peluang inilah yang harus diambil.
Usaha harus punya hal yang berbeda dari yang lain. Sampai hari ini, banyak orang suka cetak di sini. Alasannya karena mau terima jasa desain. Apapun yang klien mau, dapat didesain. Klien senang karena bisa lihat desainnya langsung. Ini membuat klien mau cetak di sini terus. Intinya, penting bisa desain saja. Urusan mesin cetak bisa dilempar ke mitra.
Harga TERJANGKAU tapi Pelayanan tetap EFEKTIF
Dulu, harga cetak Rp14.000 per meter. Kemudian, harga bahan dan tinta naik. Harga cetak disesuaikan menjadi Rp20.000 per meter. Sering diberikan harga spesial jika pesanan banyak. Permintaan banyak sering datang dari institusi pemerintahan. Misalnya dari kepolisian atau TNI. Diberikan harga khusus untuk mereka.
Masyarakat lokal suka harga murah dan cepat. Hasil cetak juga harus bagus. Harga memang kalah dari kompetitor lain. Harga cetak memang lebih mahal. Namun, bahan yang dipakai punya kualitas bagus. Itu salah satu kelebihan utama. Kemudian, bisa kasih pelayanan yang memuaskan. Itu cara agar pelanggan tetap kembali. Kendala utamanya adalah harga. Kadang orang mundur setelah tahu harganya. Usaha untuk terus mengembangkan bisnis harus selalu ada.
Wajib Peta Jalan Bisnis. Siapkah Mencaplok Pasar Akrilik & Display di Masa Depan ?
Saat ini, belum tahu kedepannya mau cetak apa lagi. Jasa yang diterima harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal. Selama ini, layanan cetak yang macam-macam juga tidak ada. Jasa cetak di luar kota sering diterima.
Layanan itu seperti akrilik display dan papan nama timbul. Contohnya, papan nama dengan tulisan timbul. Ada juga yang dilengkapi lampu, seperti neon box itu. Kedepannya, ada keinginan punya mesin cetak sendiri. Mesin itu untuk bisa mencetak layanan tadi. Ada juga rencana menambah satu unit mesin cetak yang lebih besar.
Jurus Jitu Dapatkan Mesin Baru & Bergaransi. Langsung Cocok Harga
Ketika pertama kali mau beli mesin, informasi dicari. Informasi didapat lewat internet. Lalu, tanya-tanya ke teman-teman yang sudah buka usaha ini. Ditemukan informasi tentang salah satu penyedia mesin. Kantor penyedia mesin itu dikunjungi.

Kebutuhan mesin disesuaikan dengan perkiraan cetakan. Akhirnya diputuskan untuk ambil mesin baru. Harganya cocok, lalu langsung diambil. Proses pembeliannya tidak rumit.
Pemasangan mesin di lokasi usaha memakan waktu tiga hari. Teknisi yang memasang orangnya baik. Cara dia mengajari mudah dipahami. Sekarang sudah bisa mengoperasikan sendiri. Memang ada beberapa kendala saat mesin mengalami gangguan. Saat ditanya, respon mereka cepat dan baik..
Prinsip Berusaha dan Keberanian
Setiap pengusaha harusnya berani rugi. Keberanian ini penting dalam berbisnis. Usaha yang dijalankan tidak hanya satu jenis ini saja. Kebetulan, hanya bisnis ini yang bisa bertahan sampai hari ini.
Sebelum membangun usaha ini, usaha lain sudah dicoba. Awalnya memang tidak terlalu yakin dengan bisnis cetak ini. Itulah risiko berbisnis. Berani rugi adalah kuncinya. Modal berapapun yang dikeluarkan harus siap tidak kembali.
Tujuannya adalah untuk belajar. Kebanyakan orang hanya sekali mencoba usaha, lalu menyerah. Itu yang membuat orang tidak bisa membangun usahanya.
Jika usaha ini salah, gagal, dan modal habis, harus cari modal lagi. Pinjaman atau apapun itu. Usaha harus tetap dijalankan, jangan sampai tutup. Jangan pernah menutup usaha hanya karena rugi.
Baca juga : Bisnis Percetakan Undangan